SURABAYA, arekMEMO.com – Ketua Persatuan Wartawan (PWI) Jawa Timur, Ainurrohim, mengingatkan bahwa Pers mempunyai peranan sangat penting  dalam menciptakan suasana damai, stabil, tenang serta ikut mendorong agar tingkat kehadiran tinggi para pemilih.

Demikian Ainurrohim dalam acara sosialisasi Pilwali Surabaya 2020 dengan tema “Peran Media Massa dalam Menyukseskan Pilkada Serentak 2020” di Graha Wartawan   Jl. Taman Apsari Surabaya. PWI kerjasama dengan KPU Kota Surabaya. 

Menurut cak Air, sapaan akrab Ainurrohim, media massa itu independen. Obyektif dan tidak boleh berpihak. Diakui, prakteknya memang terkait dengan manajemen redaksi, sehingga di setiap media akan berbeda kebijakan. 

“Media pasti tidak mampu memuaskan semua paslon, namun harus memberi ruang yg sama,” ujar cak Air sambil menyebut bahwa media massa yg berfungsi sebagai sosial kontrol tetap wajib kita lakukan. Memberi kritik yg konstruktif, bersifat membangun.

Dikatakan, sejak sebelum Merdeka bahwa Pers kita sudah memilih menjaga demokrasi. Maka, media massa punya tanggung jawab mengkritisi sesuatu yg tidak benar. “Misalnya ada calon pemimpin yg tidak baik, otoriter, maka media wajib mengingatkan, agar ke depan tidak menjadi lebih buruk,” katanya.

Sementara itu, Naafilah Astri Swarist, Divisi Perencanaan Data dan Informasi KPU Kota Surabaya membenarkan bahwa peran media massa sangat signifikan dalam menjaga ketenteraman Pilkada serentak 2020. 

Disebutkan, menghadapi pandemi ini di setiap TPS hanya dibatasi 500 pemilih, untuk menjaga penyebaran Covid-19. Juga banyak tambahan TPS, sebab banyak pemilih baru. 

Menurut Naafilah, sempat muncul issu Pilkada ditunda. Juga muncul issu adanya anggota KPU yg positif Covid-19. Untuk menyikapi issu2 yg tidak benar tersebut KPU melibatkan Polri. “Selain itu sdh ditetapkan bahwa kampanye tidak boleh ada konser,” ujarnya. 

Tentang partisipasi pemilih, tingkat kehadiran yg diragukan, Naafilah menyaku tidak ada formula khusus, tidak ada inovasi baru. “Hanya jemput bola, keliling membawa mobil sambil woro-woro.” Ditambahkan bahwa petugas PPS siap melaksanakan pencoblosan di rumah bagi pemilih yg menjalani karantina mandiri. Tentu petugad akan mengenakan APD. (bon)