Kepala Desa Bakalanpule, Sukisno (kaos kuning) berialog dengan para pemuda

 

LAMONGAN, arekMEMO.Com –  Demi mendapatkan klarifikasi atas dugaan perangkat desa yang berselingkuh dengan wanita warganya, sejumlah pemuda Desa Balongwangi, Kecamatan Tikung, Kabupaten Lamongan, mendatangi kantor Desa Bakalanpule, kecamatan setempat, Jumat (16/06/2023).

Dugaan perselingkuhan yang dilakukan seorang perangkat di desa tersebut  AG, dengan wanita  AD, yang masih berstatus istri orang.

Saat dikonfirmasi, Kepala Desa Bakalanpule, Sukisno, menjelaskan jika persolan itu hanyalah kesalahpahaman yang didasari rasa cemburu melihat kedekatan AG dengan AD sebagai teman sekolahnya dulu.

“Istri AG cemburu melihat AD dekat dengan suaminya itu, ” kata Sukisno, kepada realita.co. Jumat (26/06/2023).

“Tadi sudah diluruskan dan dipertemukan antara warga tersebut, beserta AG dan istrinya. Dan masalah ini hanya soal kesalahpahaman, ” lanjutnya.

Sementara  Arekmemo.Com mencoba konfirmasi AZ yang merupakan suami sah AD melalui sambungan cellular. Namun AZ mengaku saat ini sedang dirawat di rumah sakit dan hanya bisa membenarkan terkait dugaan perselingkuhan tersebut.  “Iya benar. Tapi AG yang terus mengejar istri saya,” jawab AZ singkat, Jumat (16/06/2023).

Berdasarkan informasi yang dihimpun, dugaan perselingkuhan itu bermula dari anak AG yang dirawat di rumah sakit yang ada di Desa Tambakrigadung, Kecamatan Tikung, Kabupaten Lamongan. Dari situlah AG dan AD menjadi sering bertemu, mengingat AD bekerja sebagai perawat di rumah sakit swasta tersebut.

Seringnya AD mengunjungi kamar anak AG dirawat, membuat rasa curiga istrinya. Hingga komunikasi keduanya pun diketahui, karena aplikasi WhatsApp yang terpasang di phonsel AG terhubung dengan phonsel istrinya tersebut. Bahkan diketahui beberapa kali AG dan AD janjian bertemu di sebuah kafe.

Hal itu kemudian didengar oleh AZ, hingga mengambil keputusan untuk menanyakan langsung kepada AG. Namun emosi AZ justru memuncak saat mendengar pengakuan AG yang mengatakan jika dirinya benar suka dan menaruh perasaan kepada AD. (harsak)