SURABAYA-ArekMEMO.Com, Perempuan yang satu ini memang luar biasa aktivitasnya. Direktur perusahaan dan segudang aktivitas sosial dilakoni. Baru baru ini terekam wartawan juga tercatat sebagai Ketua Bidang di Dewan Pengurus Nasional Perempuan Tani HKTI 2017-2022.
Dia adalah Ning Tiwi alias Hj Sri Setyo Pertiwi. Arek Suroboyo ini enerjik. Tak ada lelahnya. Dia dipercaya oleh Ketua HKTI Moeldoko, menduduki jabatan di DPN Perempuan Tani Nasional, sebagai Kepala Bidang.

Baru baru ini Ning Tiwi, mendampingi Ketua DPN PT HKTI Dian Novita, di Semarang, melantik Dewan Perwakilan Provinsi (DPP) Perempuan Tani HKTI Jawa Tengah Nur Faisah , periode 2019 – 2024 di Hotel Star, Sabtu, 21 September 2019 lalu.
Seperti yang dikutip Suaramerdeka.com, pelantikan DPP Perempuan Tani HKTI Jateng dilakukan mengingat jumlah penduduk Kota Semarang, yang bekerja di sektor pertanian sekitar 45.475 orang dari 1,6 juta orang. Luas lahan sawah di Kota Semarang hanya 2.732 hektare. Pada umunya lahan itu hanya ditanami padi dan jagung.
“Keterbatasan lahan pertanian menjadi tantangan. Maka diperlukan kerja sama pemerintah dan penduduk. Terutama tantangan Perempuan Tani HKTI Jateng untuk menyalurkan dan memberikan langkah serta solusi,” ujar Rusdiana, Kepala Dinas Pertanian Pemkot Semarang.
Diharapkan lahan pertanian dapat dimaksimalkan menjadi urban farming atau pertanian di perkotaan. Termasuk dapat mengubah lahan pertanian menjadi agrowisata seperti di Gunungpati dan Mijen Semarang.
Ketua Umum Dewan Perwakilan Nasional (DPN) Perempuan Tani HKTI, Dian Novita Susanto mengatakan, Perempuan Tani HKTI merupakan organisasi sosial berbasis wirausaha sosial. Tujuan terbentuknya Perempuan Tani HKTI untuk meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM). Diantaranya melalui pelatihan, pendampingan serta pengembangan ekonomi dan kemandirian perempuan.
“Pelantikan Perempuan Tani HKTI Jateng merupakan pelantikan yang kelima pada tingkat provinsi. Berharap Perempuan Tani HKTI Jateng dapat menjadi corong pertanian yang mandiri. Karena berdasarkan data nasional, sekitar 54 persen pangan Indonesia disumbang terbanyak dari daerah Jawa. Termasuk Jateng masuk dalam urutan ketiga setelah Jawa Barat dan Jawa Timur. Maka HKTI akan terus mengembangkan perempuan tani sampai ke 34 Provinsi,” jelasnya, didampingi Ning Tiwi.

Ketua DPP Perempuan Tani HKTI Jateng, yang baru saja dilantik, Nur Faisah mengatakan, Perempuan Tani HKTI Jateng memiliki visi dan misi untuk memajukan perekonomian petani di Jateng. Termasuk akan memberikan motivasi bagi para pemuda agar tidak malu untuk bertani. Hal itu demi menjalankan program untuk meningkatkan perekonomian petani.
“Pelantikan Perempuan Tani HKTI Jateng merupakan pertama kali. Maka program utama berupaya untuk meningkatkan ekonomi tani. Apabila selama ini para petani mengalami kesulitan dalam hal pupuk. Maka dengan adanya Perempuan Tani HKTI Jateng akan mensupport supaya pemupukan berjalan lancar dan mencoba mengikuti perkembangan teknologi untuk mempermudah petani dalam produksi,” ungkapnya.

Reporter : Isma
Sumber : suaramerdeka.com