SURABAYA-Arekmemo.com, Pemerintah masih membutuhkan partisipasi masyarakat dalam mengentaskan kemiskinan. Perhatian sesama kepada dhuafa terutama yang menderita penyakit merupakan kewajiban.
Hal itulah yang mendorong Hj Sri Setyo Pertiwi yang biasa disapa Ning Tiwi, ini bergerak. Prinsip hidupnya bersyukur atas semua pemberian Allah, mendorongnya untuk berbagi.
Aktivitas rutinnya tiap hari adalah memberi santunan kepada dhuafa dan masyarakat miskin yang membutuhkan. Dia setiap wakti berburu ke gang gang sempit di Surabaya membagikan bingkisan sembako, dan aneka kebutuhan masyarakat dhuafa.
Ning Tiwi mengungkapkan bahwa dirinya tak takut berbuat baik. Dia juga tidak goyah atau risau dicaci orang, karena baginya direndahkan orang tidak akan membuatnya jadi sampah.
“Dipuji pun saya tidak akan jadi rembulan,” ujarnya.
Ning Tiwi, kali ini terekam Arek Memo.com, sedang mengunjungi Nurlaila – Nurlaili, ditemani anaknya.
Di Jalan Srengganan Gang III, Surabaya ini Ning Tiwi, mengajarkan anaknya untuk hidup bersyukur. Di dunia ini masih banyak anak yang kurang beruntung, dilahirkan dalam kondisi lumpuh dengan ekonomi keluarga tak mampu.
Ning Tiwi, terlihat akrab. Dia pun mengaku rutin menyambangi kedua anak lumpuh ini. Sudah delapan tahun ini, kedua anak ini lumpuh dan dirawat budhenya dengan ala kadarnya.
“Keduanya yatim piatu, dan tidak ada beaya untuk merawat nya ke rumah sakit, jadi kita kasihan,” pungkas Ning Tiwi.
Sederet aksi sosial dan tugas perusahaan bagi Ning Tiwi, masih bisa dia atur selama ini. Dia pun tak kendur meski semua bisnisnya juga kadang naik turun. “Yang penting Alhamdulillah, “ ujarnya.(kim/bond)