SURABAYA, arekMEMO.com – Masih dalam suasana Hari Pahlawan 10 November, momen sejarah menjadi catatan penting bagi para mahasiswa Stikosa AWS. Salah satunya dengan mengenang dan merefleksikan makna perjuangan dari salah satu tokoh pers nasional, A. Aziz. 

Bagi para mahasiswa dari kampus produsen jurnalis di Indonesia itu, A. Aziz bukan hanya tokoh pers. Beliau juga pendiri Harian Surabaya Post yang pertama kali terbit 1953 sekaligus juga menjadi pendiri AWS (Akademi Wartawan Surabaya) pada tanggal 11 November 1964 yang kini menjadi Stikosa AWS. 

Rabu (11/11/2020) sudah 56 tahun Stikosa AWS berdiri. Para mahasiswa bersama para alumni mengenang perjuangan dan pengorbanan A. Aziz dengan berziarah ke makamnya di TPU Ngagel, Jalan Bung Tomo Surabaya pukul 12.00 WIB. 

Sekjen IKA Stikosa AWS, Muchammad Afrizal Akbar mengatakan, kegiatan ziarah itu sebagai bentuk napak tilas sejarah bagi para mahasiswa. “A. Aziz merupakan sosok pahlawan di dunia pers. Beliau banyak berjasa untuk pers nasional, terutama bagi kampus AWS yang kini sudah 56 tahun,” jelasnya. 

Sebagai bentuk napak tilas, para mahasiswa baru turut dilibatkan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan Covid-19 di tengah pandemi saat ini. Menurutnya, kegiatan yang pertama kali dilakukan pada momen Dies Natalis Stikosa AWS itu juga diyakini akan menjadi pelajaran berharga atas pentingnya esensi sejarah bagi para mahasiswa, khususnya ilmu komunikasi. 

“Seperti kata Bung Karno, JAS MERAH, Jangan Sekali-kali Meninggalkan Sejarah. Sebagai kampus komunikasi dengan spesialisasi di bidang jurnalistik, maka perayaan Dies Natalis yang dilakukan para mahasiswa dan alumni Stikosa AWS dengan ziarah ke makam A. Aziz ini bisa menjadi budaya yang harus terus dilakukan,” ungkapnya. 

Perwakilan Mahasiswa Stikosa AWS,  Achmad Prayoga yang juga koordinator kegiatan mengatakan, usai ziarah di makam A. Aziz, para mahasiswa juga menggelar serangkaian kegiatan. Di antaranya pengenalan kegiatan Organisasi Kemahasiswaan Stikosa AWS di Warung Mbah Cokro, Indonesia Masih Ada di Jalan Prapen Surabaya. 

Berlanjut di tanggal 14 November 2020 mendatang juga digelar kembali ziarah di Makam Peter A. Rohi di TPU Keputih Surabaya pukul 12.00 WIB. Dilanjutkan dengan diskusi dan peluncuran buku Jurnalis Pejuang, Pejuang Jurnalis di Warung Mbah Cokro pada malam harinya. Buku tersebut berisi tentang perjalanan Peter A. Rohi sebagai jurnalis sejati di mata rekan dan para muridnya yang tersebar di Indonesia. 

Acara bertajuk Tribute to Peter A. Rohi itu digelar bersama beberapa komunitas di Indonesia. Di antaranya dari GMKI (Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia) dan Komunitas Cokro Bergerak. Kegiatan ditujukan untuk mengenang dan mengaktualisasikan kembali jejak pemikiran dan perjuangan beliau. 

Perlu diketahui, Almarhum Peter A. Rohi juga menjadi salah satu tokoh pers nasional dari kampus AWS yang meninggal dunia pada tanggal 10 Juni 2020 lalu. Ia juga dikenal sebagai penemu jejak kelahiran Presiden Soekarno yang lahir di Jalan Pandean IV/40 Surabaya. (ril/bon)