LAMONGAN, arekMEMO.Com – Empat hari belakangan bau tidak sedap melanda wilayah pesisir pantai Utara Paciran, Kabupaten Lamongan. Sumber aroma tak sedap diduga berasal dari bersandarnya tongkang bermuatan batu bara disekitaran perairan utara Shorbase. Warga sangat resah dengan kondisi ini, mereka berharap agar pihak terkait segera mengatasi aroma tak sedap tersebut.
Wilayah yang terdampak akibat polusi udara dari aroma batu bara ini adalah Desa Kemantren, dan Desa Tunggul. Dari berbagai laporan masyarakat, tongkang yang berada diperairan Utara Kemantren ini menunggu antrian bongkar di kawasan Shorbase. Bahkan diketahui kondisinya batubara masih mengeluarkan asap panasnya.
Ketua LSM Cakrawala Kedilan, Hilal Ahmar membenarkan fenomena ini, bahkan pihaknya banyak menerima aduan dari masyarakat terdampak di dua desa tersebut.
Untuk itu pihaknya meminta secepatnya segera diatasi bau menyengat dari sandarnya tongkang pengangkut batu bara diutara perairan Shorbase.
Informasi adanya fenomena dari tongkang pengangkut batu bara disekitaran perairan Shorbase ramai dibicarakan di Sosmed. Mereka saling mengadu agar segera ada penanganan.
“Kita sudah melakukan kordinasi dengan pihak terkait, terutama Polairud untuk melakukan patroli disekitar lokasi bersandarnya tongkang batu bara”. Tegas Hilal.
Namun sejauh ini belum diketahui milik PT apa, atau siapa pemilik batu bara yang masih berada diatas kapal tongkang ini.
“Dalam waktu dekat kita segera bergerak untuk melakukan tindakan, tentunya dengan melakukan koordinasi dengan pihak yang berwenang. Jika dibiarkan berlarut warga pasti akan merasakan kerugian secara dampak lingkungannya”. Pungkas Hilal.
Warga khawatir jika dibiarkan berlarut akan mengganggu kesehatan, terutama saluran pernafasan. Karena selain mengeluarkan aroma kurang sedap, dampaknya juga membuat sesak pernafasan.(Sak)

