LAMONGAN, arekMEMO.Com – Sejumlah anggota Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) Cabang Lamongan, mendatangi Warga terdampak banjir di Desa Putatkumpul, Kecamatan Turi, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur. Kedatangan PDGI bertujuan meringankan beban ekonomi Warga pasca terdampak banjir, Sabtu pagi 31 Januari 2026.
Puluhan Warga perwakilan hadir di Balai Desa setempat untuk menerima bantuan berupa sembako, bantuan tersebut merupakan bagian dari kepedulian PDGI Cabang Lamongan, dengan menyisihkan sebagian dari penghasilan para Dokter gigi.
Ketua PDGI Cabang Lamongan, drg. Indah Mardiyah Hayati, M.H. menyebut, jika sebagai Organisasi Profesi tentu tidak bisa tinggal diam. Sehingga apa yang mereka lakukan saat ini merupakan salah satu bagian kepedulian PDGI Cabang Lamongan
“Melihat kondisi banjir yang berdampak pada lumpuhnya aktivitas, dan pendapatan ekonomi warga, sudah barang tentu kami tergerak hatinya untuk ikut peduli. Maka dengan ikhlas kami donasikan penghasilan kami untuk menyalurkan sembako.” Ujarnya
Sembako yang dibagikan isinya terdiri dari beras, minyak goreng, gula, mie instant dan teh. Barang kebutuhan pokok ini sangat dibutuhkan warga, mengingat harga sembako sangat mahal disaat banjir, akibat dampak lumpuhnya jalur transportasi.
Indah juga menyebutkan, jika kegiatan peduli korban banjir tidak saja terhenti pada pembagian sembako, namun Selasa depan akan diadakan cek kesehatan dan pengobatan gratis.
“Saya yakin, jika banyak warga yang juga mengalami gangguan kesehatan, akibat kondisi lingkungan yang terendam air banjir.” Tegas indah.
Sementara itu, Pemerintah desa dan Warga Putatkumpul mengucapkan banyak terimakasih dengan pemberian bantuan ini, sehingga sangat dirasakan manfaatnya bagi Warga.
“Terimakasih saya ucapkan kepada Pak dokter dan Bu dokter. Bantuan ini betul-betul bisa membantu kami dalam pemenuhan kebutuhan sembako, untuk makan sehari-hari, terimakasih.” Kata Warsito salah satu Warga.
Kondisi banjir di Desa Putatkumpul mulai berangsur surut, jika beberapa hari lalu akses jalan masuk desa bisa mencapai ketinggian tujuh puluh sentimeter, namun pantau terakhir surut hingga tiga puluh sentimeter. Sehingga untuk sementara akses jalan lancar dilewati kendaraan roda dua (harsak)








