LAMONGAN, arekMEMO.Com – Sesuatu yang menggembirakan bagi warga kurang mampu di Lamongan, karena Badan Pangan Nasional (Bapanas) menyalurkan bantuan pangan kepada ribuan warga kurang mampu di Kabupaten Lamongan, Jawa Timur. Tujuannya, pemerintah berharap supaya beban warga kurang mampu akan kebutuhan sembako dapat diringankan.
Penyaluran bantuan sendiri akan berlangsung selama tiga hari, dengan target sasaran sebanyak 2.437 warga kurang mampu yang tersebar di 27 kecamatan di seluruh Kabupaten Lamongan. Setiap warga penerima manfaat mendapatkan paket bantuan berupa beras medium 20 Kilogram dan 4 Liter minyak goreng kemasan Minyakita.
Pantauan di lokasi penyaluran, salah satunya di Desa Kebet, Kecamatan Lamongan Kota, terlihat antusiasme dari warga. Sebanyak 97 warga desa setempat terlihat rela antre hingga berjam-jam untuk mendapatkan bantuan tersebut.
Sumiati, salah satu warga penerima manfaat, mengungkapkan rasa syukurnya meski harus mengantre cukup lama. Baginya, bantuan ini datang di waktu yang tepat saat harga bahan pangan di pasar dirasa sangat mahal.
“Saya merasa sangat senang dan terbantu sekali. Apalagi harga kebutuhan pokok sekarang ini dirasa sangat mahal. Saya berharap bantuan pangan ini bisa tepat sasaran dan terus diberikan kepada warga yang kurang mampu, khususnya di wilayah Lamongan ini,” ujar Sumiati. Jum’at 26 Desember 2025.
Pihak pemerintah desa pun menyambut positif program ini. Selain membantu ketahanan pangan di tingkat rumah tangga, bantuan ini dinilai menjadi solusi jangka pendek yang efektif bagi warga yang kesulitan secara ekonomi, serta gagal panen yang dialami sebagian warga karena sawahnya terendam banjir.
Maksum, kepala Desa Kebet, berharap agar program sinergi antara pemerintah pusat melalui Bapanas dengan pemerintah daerah ini bisa berjalan secara berkesinambungan.
“Kami berharap bantuan seperti ini dapat terus disalurkan secara rutin. Ini sangat penting agar warga kurang mampu bisa terbantu dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari mereka,” katanya.
Dengan adanya penyaluran bantuan ini, diharapkan dapat menjaga stabilitas pangan di tingkat masyarakat bawah serta menekan angka kerawanan pangan di wilayah Kabupaten Lamongan. (harsak)











