Bersabar Menanti 14 Tahun, Akhirnya Pasutri Penjual Ikan di Lamongan Berangkat Haji

Date:

LAMONGAN, arekMEMO.Com – Orang sabar pasti akan mendapatkan hikmahnya, tak terkecuali seperti yang dirasakan oleh pasangan suami istri (pasutri) penjual ikan asal Kabupaten Lamongan, Jawa Timur. Membutuhkan waktu 14 tahun dan telaten menyisihkan hasil berjualan ikan selama 7 tahun, keduanya kini bersiap menuju Baitullah untuk menunaikan rukun Islam kelima.

Mereka adalah Mulyono (48) dan istrinya, Wiwik Mujiyati (43), warga Desa Kemlagigede, Kecamatan Turi, Lamongan. Sehari-hari bergelut dengan rutinitas berjualan ikan tak menyurutkan semangat untuk mewujudkan keinginan berhaji.

Mulyono menceritakan bahwa tekad untuk berangkat ke Tanah Suci sudah muncul sejak tahun 2005. Dengan penghasilan yang tidak menentu sebagai pedagang ikan, ia dan istri berkomitmen untuk disiplin menabung.

“Kami niatkan sejak awal, pokoknya setiap ada kelebihan hasil jualan, kami sisihkan. Mulai dari Rp50 ribu sampai Rp150 ribu per hari, tergantung kondisi pasar. Yang penting konsisten dan ikhlas,” ujar Mulyono saat ditemui di kediamannya, Rabu 22 April 2026.

Perjalanan mereka tidaklah mudah. Sebelum memiliki lapak tetap yang sederhana seperti sekarang, Mulyono dan Wiwik harus berjuang berjualan ikan keliling menggunakan sepeda motor tua. Panas terik dan hujan menjadi saksi bisu perjuangan mereka mengumpulkan rupiah demi rupiah selama lebih dari 20 tahun menggeluti profesi ini.

Setelah tujuh tahun menabung dengan tekun, pada tahun 2012 mereka akhirnya memiliki cukup uang untuk mendaftarkan diri mendapatkan porsi haji. Namun, mereka masih harus bersabar menunggu antrean keberangkatan yang memakan waktu belasan tahun.

“Alhamdulillah, tahun ini panggilan itu datang. Kami sempat tidak menyangka karena penantiannya memang sangat panjang, sekitar 14 tahun sejak mendaftar,” ungkap Wiwik Mujiyati dengan nada haru.

Menjelang keberangkatan, segala persiapan lahir dan batin telah dilakukan secara matang, mulai dari manasik hingga menjaga kondisi kesehatan fisik. Mulyono dan Wiwik kini hanya tinggal menunggu hitungan hari untuk bergabung dengan kelompok terbang (kloter) lainnya menuju Arab Saudi.

“Di Tanah Suci nanti, kami ingin fokus beribadah. Doa utamanya semoga keluarga diberikan kesehatan, keberkahan, dan rezeki yang lancar agar bisa terus membantu sesama,” tambah Mulyono.

Kisah pasangan penjual ikan ini menjadi potret nyata bahwa niat yang kuat dan kesabaran dalam berusaha akan membuahkan hasil yang manis. Mereka membuktikan bahwa panggilan haji bisa diraih oleh siapa saja, tanpa memandang status pekerjaan, asalkan disertai dengan ikhtiar dan doa yang tiada putus.(Sak)

Terkini

Berita Terkait
Related

3.600 Lulusan SMK dan LKP Jatim Diberangkatkan Kerja ke Luar Negeri, Jepang Jadi Tujuan Utama

arekMEMO.Com – Pemerintah Provinsi Jawa Timur bersama Kementerian Pendidikan Dasar...

Unusa Gandeng Pramuka Jatim Buka Jalur Prestasi Kepramukaan

SURABAYA, arekMEMO.Com - Menjadi Pramuka diharapkan tidak hanya cakap...

Tegaskan Komitmen terhadap Pertumbuhan Berkelanjutan, Jajaran Direksi Bank Jatim Lakukan Pembelian Saham

SURABAYA, arekMEMO.Com - PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur...

Demi Merah Putih di Panggung Dunia, Rudy T Mintarto Tampilkan Budaya Jawa Timur ke Pameran Bunga Internasional di Malaysia

arekMEMO.Cim -: Di tengah keterbatasan biaya dan minimnya dukungan...