Pemasangan Batu Pertama Oleh LSM Cakrawala Keadilan Akhiri Derita Ibu Umi Yang Tak Punya Tempat Tinggal

LAMONGAN, ArekMEMO.Com – Tekadnya untuk merubah taraf hidup yang lebih baik sungguh besar, hingga diputuskan berangkat merantau ke negeri tetangga. Apa daya, justru kenyataan pahit yang Ia terima. Di tempat rantaunya, penyakit komplikasi menggerogotinya, hingga terpaksa dipulangkan oleh rekan sejawat sesama perantau.

Itulah nasib yang dialami oleh Umi Arofah, Warga Desa Paciran, Kecamatan Paciran, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur. Jauh merantau ke Negeri Jiran Malaysia dengan harapan sukses, namun sebaliknya justru penderitaan yang dialaminya, selain sakit Ibu Umi panggilan akrabnya tak punya tempat tinggal.

Bacaan Lainnya

Kisah pilu Ibu Umi tak berhenti disitu, pulang merantau tak ada tempat untuk dihuni. Pulang tak bawa uang, tempat tinggal juga selalu berpindah dari satu tempat ke tempat lain, itu berlangsung selama beberapa tahun terakhir.

Kisah pilunya mulai terdengar oleh aktivis LSM Cakrawala Keadilan. Hingga sebuah langkah nyata untuk menghadirkan tempat tinggal yang lebih nyaman dan aman dipersiapkan untuk Ibu Umi.

Tak butuh waktu lama, donasi mulai terkumpul. Selain donatur yang berhasil dihimpun oleh LSM Cakrawala Keadilan dari sejumlah pihak, kepedulian besar juga muncul dari teman alumni Ibu Umi.

Hilal Ahmar, Ketua LSM Cakrawala Keadilan menyampaikan, berbarengan dengan Rangkaian kegiatan HUT LSM Cakrawala Keadilan yang ke-10 tahun. Maka Derita Ibu Umi mulai mendapatkan perhatian yang serius,” kami sebagai LSM yang bergerak dibidang sosial tak bisa tinggal diam, kami carikan solusi bersama. dari LSM Cakrawala Keadilan dan juga alumni sekolah Ibu Umi”. Ungkap Hilal.

“Alhamdulillah, karena diniati baik, tak butuh waktu lama kita bisa mewujudkan cita-cita bersama ini. Disebidang tanah yang dipinjamkan, akhirnya kita memulai dengan peletakan batu pertama, Jumat 4 September 2026″. Terangnya.

Lebih lanjut Hilal mengatakan, selain donatur, peran teman alumni Ibu Umi ini sangat luar biasa. Mulai dari iuran hingga penyiapan lahan untuk dibangun rumah sederhana.” Tanah yang ditempati rumah adalah bagian dari kepedulian teman satu alumni. Ada yang meminjamkan dan mempersilahkan untuk ditempati bangunan rumah yang dikhususkan untuk Ibu Umi”. Imbuh Hilal.

Meski sederhana, namun paling tidak rumah ini diharapkan bisa menjadi tempat berlindung dari panas dan hujan oleh Ibu Umi, sehingga tidak perlu berpindah tempat lagi. Ironisnya hingga saat ini belum ada perhatian dari pemerintah, maupun pihak terkait, termasuk Dinas Sosial Kabupaten Lamongan. (Sak)

Pos terkait