Beasiswa Jatim 2026 Sediakan 1.100 Kuota, Pusat Riset Pesantren Diluncurkan

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama sejumlah pejabat dan perwakilan lembaga saat peluncuran Pusat Riset Pesantren Jawa Timur di Surabaya, Kamis (10/9/2026). Peluncuran tersebut menjadi bagian dari penguatan riset dan pengembangan sumber daya manusia pesantren di Jawa Timur.

SURABAYA, ArekMEMO.Com – Pemerintah Provinsi Jawa Timur menyediakan 1.100 kuota penerima Program Beasiswa Lembaga Pengembangan Pesantren dan Diniyah (LPPD) Jawa Timur Tahun 2026. Program tersebut diperkuat dengan peluncuran Pusat Riset Pesantren Jawa Timur di Surabaya, Kamis (10/9/2026).

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengatakan, program beasiswa diarahkan tidak hanya untuk membantu penerima menyelesaikan pendidikan tinggi, tetapi juga mendorong mereka menghasilkan karya yang bermanfaat bagi masyarakat.

“Semua yang ada di sini itu selalu karya. Dari mahasiswa yang mendapatkan beasiswa ini,” kata Khofifah.

Program Beasiswa LPPD Jatim 2026 mencakup jenjang S1, S2, S3, Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI), Ma’had Aly, hingga Universitas Al-Azhar Kairo, Mesir.

Tahun ini, Pemprov Jatim juga membuka jalur afirmasi berbasis Science, Technology, Engineering, Economics, and Mathematics (STEM). Kebijakan tersebut ditujukan untuk memperluas bidang keilmuan dan profesi lulusan pesantren.

Khofifah mengatakan penguasaan sains dan teknologi perlu berjalan bersama penguatan karakter dan spiritualitas.

“Era sekarang adalah era STEM. Karena itu, pesantren harus mampu mengikuti perkembangan zaman dengan memperluas bidang pendidikan dan profesi bagi para lulusannya,” ujarnya.

Sejak program beasiswa LPPD diluncurkan, tercatat 7.796 penerima manfaat pendidikan. Sebanyak 2.395 penerima telah menyelesaikan jenjang sarjana, 1.345 menyelesaikan magister, dan 75 penerima menempuh jenjang doktor.

Selain itu, sebanyak 125 penerima telah menempuh pendidikan di Universitas Al-Azhar Kairo. Program tersebut juga menghasilkan 170 karya ilmiah dari mahasiswa S3 penerima beasiswa sejak 2022.

Sementara itu, mahasiswa S2 di Mesir ditargetkan menerbitkan 30 buku yang membahas berbagai literasi dan kajian kitab.

Pada kesempatan yang sama, Pemprov Jatim meluncurkan Pusat Riset Pesantren Jawa Timur. Pusat riset tersebut diarahkan untuk mendokumentasikan dan mengembangkan karya intelektual yang berkembang di lingkungan pesantren.

Ketua LPPD Jatim Prof. Dr. H. Abd. Halim Soebahar, M.A. mengatakan penguatan riset diperlukan agar pesantren tidak hanya menjadi objek penelitian, tetapi juga menjadi penghasil karya ilmiah.

“Jika sebelumnya pesantren lebih banyak menjadi objek penelitian, kini kita dorong pesantren menjadi subjek yang menghasilkan karya ilmiah dan memberikan kontribusi bagi pembangunan,” ujarnya.

Hingga saat ini, kalangan pesantren telah menghasilkan 40 penelitian. Capaian tersebut menjadi salah satu dasar pengembangan Pusat Riset Pesantren Jawa Timur.

Pemprov Jatim juga mengembangkan kerja sama pendidikan dengan perguruan tinggi luar negeri. Salah satunya melalui kerja sama dengan King’s College London dalam pengembangan program Digital Future dan Digital Economy, serta rencana Advanced Cyber Security dan Digital Law.

Khofifah mengatakan perluasan jejaring pendidikan dan riset diperlukan untuk meningkatkan daya saing generasi muda Jawa Timur.

“Kalau kita mau bersiap, Indonesia sangat siap dan harusnya Jawa Timur lebih siap lagi,” katanya.

Pemprov Jatim berharap program beasiswa dan pusat riset tersebut dapat menghasilkan lulusan pesantren yang kompeten sekaligus memperkuat kontribusi pesantren dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan penelitian.(*)

Pos terkait